Ruang Fikir
•2 min read•506

Akurasi Penyaluran APBN: Kemenkeu Sanjung Kinerja BGN Kelola Program MBG

JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan apresiasi tinggi terhadap perbaikan manajemen dan sistem operasional yang terus ditunjukkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, menekankan bahwa langkah pembenahan BGN telah menjadikan pelaksanaan program prioritas ini kian tertib, transparan, dan tepat sasaran.

O

OP Admin

Published in Ruang Fikir

Loading...
Akurasi Penyaluran APBN: Kemenkeu Sanjung Kinerja BGN Kelola Program MBG

Apresiasi tersebut disampaikan Menkeu Suahasil Nazara sewaktu memberikan paparan evaluasi realisasi anggaran negara dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Manajemen Presisi dan Pengetatan Verifikasi Penerima

Menkeu Suahasil menjelaskan bahwa penyempurnaan sistem operasional BGN berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas penyaluran MBG di berbagai daerah. BGN dinilai secara aktif memperbarui alur pendistribusian serta memperketat verifikasi data penerima manfaat guna memastikan asupan gizi diterima secara presisi oleh kelompok sasaran.

Langkah kontrol internal yang kuat dan transparan ini sangat krusial untuk menjamin bahwa seluruh alokasi dana APBN dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel demi mendorong peningkatan mutu sumber daya manusia secara nasional.

Realisasi Anggaran Menembus Rp 153,2 Triliun Bagi 57 Juta Warga

Berdasarkan data penyerapan APBN hingga 30 September 2026, akumulasi anggaran yang telah terealisasi untuk penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis telah menyentuh angka Rp 153,19 triliun. Penyaluran dana ini ditopang oleh ekosistem jaringan kerja lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berhasil menjangkau 57 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Mengenai fleksibilitas dan kepastian dukungan anggaran APBN dalam menopang kebutuhan program MBG di lapangan, Menkeu Suahasil Nazara menegaskan secara langsung:

"Anggarannya itu menyesuaikan berapa yang nanti diperlukan, kita akan sediakan. Saat ini telah direalisasikan Rp 153,19 triliun sampai dengan 30 September," ujar Suahasil.

Sinergi Anggaran Fungsi Pendidikan dan Proyeksi APBN Mendatang

Dalam kesempatan tersebut, Kemenkeu juga memaparkan bahwa total realisasi anggaran fungsi pendidikan telah menyerap dana sebesar Rp 574,2 triliun, di mana sebagian porsinya diintegrasikan untuk menunjang kecukupan nutrisi peserta didik melalui program MBG.

Guna memperkuat mutu sumber daya manusia dan memperluas cakupan sekolah gratis, pemerintah memproyeksikan alokasi anggaran pendidikan pada APBN 2027 dapat meningkat hingga Rp 824 triliun.

Poin Kunci Capaian Program MBG dan Kinerja BGN

  • Tata Kelola Makin Tertib: BGN dinilai sukses meningkatkan efisiensi, kerapian administrasi, dan transparansi penyaluran MBG.

  • Realisasi Anggaran: Penyerapan dana APBN untuk MBG mencapai Rp 153,19 triliun per 30 September 2026.

  • Jangkauan Layanan: Menjangkau 57 juta penerima manfaat melalui ekosistem 27 ribu SPPG di seluruh tanah air.

  • Komitmen APBN Adaptif: Kemenkeu memastikan kesiapan alokasi dana APBN sesuai kebutuhan pelaksanaan di lapangan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles