
Prabowo Pertanyakan Dampak Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kesejahteraan
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi nasional saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di DPR RI.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 5 persen per tahun atau secara akumulatif mencapai sekitar 35 persen. Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Ia menilai kondisi tersebut terlihat dari masih tingginya tekanan terhadap masyarakat miskin serta menurunnya jumlah kelompok kelas menengah di Indonesia. Menurut Prabowo, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena kelas menengah memiliki peran penting dalam menjaga konsumsi domestik dan stabilitas ekonomi nasional.
Presiden juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari angka statistik makro. Pemerintah, menurutnya, harus memastikan bahwa pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya beli rakyat.
Selain itu, Prabowo menilai pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah menjadi faktor penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen pada 2027
Dalam arah kebijakan RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. Target tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dalam beberapa tahun mendatang.
Pemerintah juga menargetkan penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran melalui kebijakan fiskal yang difokuskan pada sektor produktif seperti pangan, energi, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan industri nasional.
Arah kebijakan fiskal RAPBN 2027 kini menjadi perhatian publik karena dinilai akan menentukan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
Prabowo menegaskan bahwa pengelolaan APBN akan dilakukan secara disiplin dan hati-hati dengan menjaga stabilitas fiskal, nilai tukar rupiah, serta pengendalian inflasi. Pemerintah juga akan mendorong peningkatan investasi dan penguatan sektor ekonomi domestik untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Pengamat ekonomi menilai tantangan terbesar pemerintah bukan hanya mencapai target pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan dan memperkuat kembali kelompok kelas menengah Indonesia.
Dengan pembahasan RAPBN 2027 yang mulai berlangsung, perhatian publik kini tertuju pada langkah pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas fiskal, dan perlindungan masyarakat rentan.












