Ruang Fikir
3 min read567

Survei Puspoll: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Raih 64,8 Persen, Dukungan Mayoritas Dinilai Masih Terjaga

JAKARTA – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, hasil survei nasional terbaru dari Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia) menunjukkan mayoritas masyarakat masih memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah. Survei tersebut mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 64,8 persen, mencerminkan bahwa dukungan masyarakat terhadap pemerintahan masih berada pada level mayoritas.

O

OP Admin

Published in Ruang Fikir

Loading...
Survei Puspoll: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Raih 64,8 Persen, Dukungan Mayoritas Dinilai Masih Terjaga

Survei bertajuk "Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ujian Stabilitas Politik di Tengah Tekanan Ekonomi" ini menjadi salah satu evaluasi independen mengenai persepsi publik terhadap jalannya pemerintahan di tengah tantangan ekonomi global, dinamika geopolitik, serta berbagai program prioritas yang sedang dijalankan pemerintah.

Mayoritas Responden Menyatakan Puas

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menyampaikan bahwa sebanyak 64,8 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Angka tersebut terdiri atas:

  • 7,9 persen responden menyatakan sangat puas.

  • 57,9 persen responden menyatakan cukup puas.

Sementara itu, 33,2 persen responden menyatakan belum puas terhadap kinerja pemerintah. Rinciannya, 28,9 persen menjawab kurang puas dan 4,3 persen menjawab tidak puas sama sekali. Sisanya merupakan responden yang tidak memberikan jawaban.

Menurut Chamad, hasil tersebut memperlihatkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap Presiden masih berada pada kategori mayoritas meskipun masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Survei Melibatkan 2.400 Responden

Untuk memperoleh gambaran nasional yang representatif, Puspoll melibatkan 2.400 responden yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.

Pengumpulan data dilakukan pada 18–26 Mei 2026 menggunakan metode probability sampling dengan teknik multistage random sampling. Teknik tersebut memberikan peluang yang sama kepada setiap warga negara yang memenuhi syarat untuk menjadi responden survei.

Selain itu, distribusi sampel juga disusun secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih di setiap provinsi dengan memperhatikan keseimbangan wilayah perkotaan (urban) dan pedesaan (rural) sehingga hasil penelitian diharapkan mampu menggambarkan kondisi opini publik secara nasional.

Margin of Error Hanya ±2 Persen

Dengan jumlah responden sebanyak 2.400 orang, survei ini memiliki margin of error sebesar ±2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung (face-to-face interview) menggunakan kuesioner terstruktur. Puspoll juga menerapkan proses pengendalian mutu terhadap hasil wawancara untuk menjaga validitas dan konsistensi data yang diperoleh.

Margin of error yang relatif kecil tersebut menunjukkan bahwa hasil survei memiliki tingkat presisi statistik yang tinggi dan dapat menjadi salah satu indikator untuk membaca persepsi masyarakat terhadap pemerintahan pada periode survei berlangsung.

Tekanan Ekonomi Masih Mempengaruhi Persepsi Publik

Meski tingkat kepuasan masih didominasi penilaian positif, Puspoll mencatat bahwa kondisi ekonomi tetap menjadi perhatian utama masyarakat.

Dalam pemaparan hasil survei disebutkan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja, serta daya beli masyarakat masih menjadi isu yang paling banyak disampaikan responden ketika diminta menjelaskan persoalan yang mereka hadapi.

Menurut Chamad Hojin, temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya menilai pemerintah berdasarkan indikator ekonomi makro, tetapi juga dari kondisi yang mereka rasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah Program Pemerintah Mendapat Apresiasi Tinggi

Selain mengukur kepuasan terhadap Presiden, Puspoll juga mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap berbagai program prioritas pemerintah.

Hasil survei menunjukkan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu program dengan tingkat apresiasi tertinggi, yakni 81,8 persen tingkat kepuasan.

Sementara itu, Program Sekolah Rakyat memperoleh tingkat kepuasan sebesar 68,5 persen.

Mayoritas responden juga berharap kedua program tersebut dapat terus dilanjutkan karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dukungan Publik Dinilai Masih Menjadi Modal Pemerintah

Puspoll menilai tingkat kepuasan sebesar 64,8 persen menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki dukungan publik yang kuat untuk melanjutkan berbagai agenda pembangunan.

Meskipun terdapat penurunan dibandingkan survei sebelumnya—dari 67,7 persen pada Agustus 2025 menjadi 64,8 persen pada Mei 2026—tingkat kepuasan tersebut masih menunjukkan bahwa lebih dari enam dari sepuluh responden memberikan penilaian positif terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Menurut Puspoll, hasil survei ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya pada sektor ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas layanan publik. Pada saat yang sama, survei ini juga memperlihatkan bahwa mayoritas masyarakat masih menaruh kepercayaan terhadap arah pemerintahan menjelang dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles