Ruang Fikir
2 min read598

Pemerintah Perkuat Kolaborasi Ekonomi Nasional, Fundamental Indonesia Tetap Diyakini Mampu Menopang Pertumbuhan

JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan koordinasi kebijakan di tengah dinamika ekonomi global. Meskipun nilai tukar rupiah mengalami tekanan akibat berbagai faktor eksternal, kondisi tersebut dinilai belum mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang masih berada dalam kondisi baik.

O

OP Admin

Published in Ruang Fikir

Loading...
Pemerintah Perkuat Kolaborasi Ekonomi Nasional, Fundamental Indonesia Tetap Diyakini Mampu Menopang Pertumbuhan

Optimisme terhadap ekonomi nasional turut didukung oleh proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level 5 persen untuk 2026. Pemerintah menilai sinergi kebijakan antarotoritas menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan.

IMF Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sebesar 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih dipandang memiliki prospek ekonomi yang positif di tengah tantangan global. Kepercayaan IMF dinilai menjadi salah satu indikator bahwa ketahanan ekonomi nasional masih terjaga dan memiliki peluang untuk terus tumbuh.

Airlangga: Nilai Tukar Rupiah Tidak Mewakili Kondisi Fundamental

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah yang sempat mencapai kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat tidak dapat dijadikan acuan tunggal dalam menilai kondisi ekonomi Indonesia.

Menurutnya, fluktuasi kurs lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global serta perubahan kondisi ekonomi internasional. Di sisi lain, indikator fundamental ekonomi domestik masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

Purbaya Dorong Peran Investasi sebagai Penggerak Pertumbuhan

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa APBN perlu didukung oleh berbagai sumber pertumbuhan ekonomi lainnya.

Ia menilai investasi, aktivitas dunia usaha, konsumsi masyarakat, ekspor, dan sektor industri harus terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah. Menurutnya, struktur ekonomi yang lebih beragam akan meningkatkan ketahanan Indonesia menghadapi gejolak global.

Sinergi Kebijakan Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Pemerintah memandang sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan pelaku usaha, meningkatkan minat investasi, serta memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan secara produktif. Pemerintah juga terus mendorong koordinasi lintas lembaga agar setiap kebijakan dapat memberikan dampak yang saling memperkuat.

Dengan fundamental ekonomi yang dinilai tetap kokoh dan dukungan sinergi kebijakan yang semakin erat, pemerintah optimistis Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada level yang sehat sepanjang 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles