Ruang Fikir
3 min read920

BRIN Kembangkan Teknologi ANG untuk Tekan Ketergantungan LPG, Potensi Hemat Rp26 Triliun

JAKARTA – Pengembangan teknologi energi dalam negeri terus dilakukan untuk mencari alternatif terhadap LPG. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini mengembangkan Adsorbed Natural Gas (ANG) yang memanfaatkan gas alam dan disebut berpotensi mengurangi beban subsidi LPG hingga Rp26 triliun.

O

OP Admin

Published in Ruang Fikir

Loading...
BRIN Kembangkan Teknologi ANG untuk Tekan Ketergantungan LPG, Potensi Hemat Rp26 Triliun

Teknologi tersebut menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan BRIN kepada Presiden Prabowo Subianto dalam agenda pertemuan bersama para periset di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Kepala BRIN Arif Satria bersama sekitar 150 peneliti memaparkan sejumlah hasil riset dan inovasi yang sedang dikembangkan. Teknologi di sektor energi menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan nasional.

Menggunakan Gas Alam

ANG merupakan teknologi penyimpanan gas alam dengan memanfaatkan material adsorben. Sistem tersebut memungkinkan gas alam disimpan dan kemudian digunakan sebagai sumber energi.

Pengembangan ANG membuka peluang pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan yang selama ini menggunakan LPG.

Pemanfaatan sumber energi berbasis gas alam juga dapat menjadi bagian dari diversifikasi energi nasional.

Ada Potensi Penghematan Subsidi

BRIN menyebut teknologi ANG berpotensi memberikan dampak terhadap anggaran subsidi energi.

Apabila ANG dapat digunakan untuk menggantikan sebagian kebutuhan LPG, beban subsidi LPG diproyeksikan dapat berkurang hingga Rp26 triliun per tahun.

Potensi tersebut menjadi salah satu nilai strategis yang membuat pengembangan ANG mendapat perhatian.

Meski demikian, angka Rp26 triliun masih merupakan proyeksi. Penghematan aktual nantinya akan dipengaruhi oleh seberapa luas teknologi digunakan, biaya penerapan, harga gas, infrastruktur, serta tingkat peralihan dari LPG.

Mengurangi Ketergantungan pada Impor

Kebutuhan LPG di Indonesia masih cukup tinggi. Sementara itu, produksi dalam negeri belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan sehingga sebagian pasokan harus diperoleh dari impor.

Penggunaan gas alam domestik melalui teknologi ANG dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan tersebut.

Selain mengurangi kebutuhan LPG, pemanfaatan gas bumi dalam negeri dapat membantu meningkatkan penggunaan sumber daya energi nasional.

BRIN Paparkan Hasil Riset ke Presiden

Pengembangan ANG diperkenalkan dalam pertemuan BRIN dengan Presiden Prabowo Subianto.

Sekitar 150 periset hadir dan menyampaikan berbagai hasil penelitian serta inovasi yang sedang dikembangkan.

Pemerintah memberikan perhatian terhadap pengembangan teknologi yang berpotensi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun mendukung kepentingan strategis negara.

Sektor energi menjadi salah satu bidang yang penting karena berkaitan dengan ketahanan nasional dan kebutuhan dasar masyarakat.

ANG Belum Langsung Menggantikan LPG

Meski memiliki potensi sebagai alternatif, ANG tidak berarti LPG dapat langsung dihentikan penggunaannya.

Teknologi tersebut masih membutuhkan pengembangan dan pengujian sebelum diterapkan secara luas.

Keamanan menjadi salah satu aspek utama yang harus dipastikan. Sistem penyimpanan gas, material adsorben, perangkat pendukung, serta proses distribusi harus memenuhi standar keselamatan.

Selain itu, ANG harus memiliki nilai keekonomian yang memadai agar dapat digunakan secara luas.

Infrastruktur Jadi Faktor Penting

Penerapan teknologi energi membutuhkan dukungan infrastruktur. Karena itu, penggunaan ANG dalam skala besar perlu mempertimbangkan sistem distribusi dan penyimpanan yang tersedia.

Kesiapan infrastruktur akan menentukan seberapa mudah gas alam dapat disalurkan kepada pengguna.

Pengembangan teknologi juga harus memperhitungkan biaya pembangunan fasilitas dan perangkat yang dibutuhkan.

Peluang Perkuat Ketahanan Energi

ANG berpotensi menjadi salah satu pilihan dalam memperkuat diversifikasi energi Indonesia.

Pemanfaatan gas alam domestik dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus memberikan alternatif bagi kebutuhan masyarakat.

Jika teknologi berhasil dikembangkan dan memenuhi standar keamanan serta keekonomian, penerapannya dapat memberikan manfaat lebih luas.

Potensi pengurangan subsidi hingga Rp26 triliun menjadi salah satu keuntungan yang diharapkan dari pengembangan tersebut.

Namun, realisasi manfaat tetap bergantung pada keberhasilan riset dan implementasi di lapangan.

Dengan pengembangan yang matang, ANG berpotensi menjadi salah satu inovasi energi dalam negeri yang mendukung pemanfaatan gas bumi sekaligus membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap LPG.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles