Ruang Fikir
3 min read1,104

Indonesia-Iran Pererat Hubungan Lewat Diplomasi Budaya, Film dan Sastra Jadi Penggerak

JAKARTA – Indonesia dan Iran memperkuat hubungan bilateral melalui diplomasi budaya. Kedua negara membahas sejumlah peluang kerja sama di bidang film, sastra, penerjemahan, warisan budaya, pendidikan, serta industri kreatif.

O

OP Admin

Published in Ruang Fikir

Loading...
Indonesia-Iran Pererat Hubungan Lewat Diplomasi Budaya, Film dan Sastra Jadi Penggerak

Pembahasan tersebut dilakukan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon bersama Wakil Menteri Kebudayaan Republik Islam Iran Mohsen Javadi dalam pertemuan bilateral di Bhopal, Madhya Pradesh, India, Sabtu (8/8/2026).

Pertemuan itu berlangsung di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting.

Kedua pihak membahas langkah untuk memperbarui kerja sama kebudayaan yang telah berjalan sekaligus membuka peluang program baru yang lebih konkret.

Hubungan Kebudayaan Punya Sejarah Panjang

Fadli Zon mengatakan Indonesia dan Iran telah memiliki hubungan kebudayaan yang berlangsung cukup lama.

Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus diperkuat dengan berbagai bentuk kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

"Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang telah terjalin lama, khususnya di bidang kebudayaan. Kita perlu memperbarui dan memperkuat hubungan tersebut melalui kerja sama yang semakin konkret," ujar Fadli dalam keterangan tertulis.

Salah satu pembahasan berkaitan dengan Cultural Exchange Programme Indonesia-Iran 2023-2026 yang akan segera berakhir.

Kedua negara melihat kondisi tersebut sebagai momentum untuk menyiapkan kerangka kerja sama kebudayaan yang baru.

Film Jadi Media Pertukaran Budaya

Perfilman menjadi salah satu sektor yang didorong untuk dikembangkan dalam kerja sama berikutnya.

Fadli mendorong produksi film bersama dan pertukaran antarsineas Indonesia-Iran.

Menurutnya, film dapat menjadi media yang efektif untuk membawa cerita dan kebudayaan suatu negara kepada masyarakat internasional.

Indonesia dan Iran juga telah memiliki pengalaman hubungan di bidang perfilman melalui adaptasi film Iran "Children of Heaven" di Indonesia.

"Kerja sama perfilman menjadi salah satu bidang yang dapat kita prioritaskan. Ke depan, kita dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang produksi bersama antara sineas kedua negara," tutur Fadli.

Kolaborasi produksi diharapkan dapat membuka ruang bagi sineas kedua negara untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas jaringan kreatif.

Sastra Perluas Akses Karya Indonesia-Iran

Selain film, sastra menjadi bidang yang mendapat perhatian.

Iran mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam Tehran International Book Fair.

Pemerintah Iran juga menawarkan program penerjemahan karya sastra Persia dan karya internasional ke dalam bahasa Persia.

Indonesia menyambut baik tawaran tersebut dan tertarik menjajaki keikutsertaan dalam pameran buku tersebut pada kesempatan mendatang.

Penerjemahan karya sastra dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan pemikiran dan cerita dari kedua negara kepada pembaca yang lebih luas.

Pekan Budaya Dorong Pertemuan Masyarakat

Indonesia dan Iran juga membahas pertukaran kegiatan kebudayaan serta penyelenggaraan pekan budaya.

Kegiatan tersebut dapat mempertemukan seniman, pelaku budaya, lembaga pendidikan, serta masyarakat kedua negara.

Program pertukaran budaya juga dapat mendukung pengembangan wisata berbasis budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi masing-masing.

Dengan semakin banyaknya interaksi, hubungan kebudayaan dapat berkembang tidak hanya melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui hubungan langsung antarmasyarakat.

Warisan Budaya Jadi Agenda Bersama

Kerja sama pelindungan warisan budaya turut dibahas dalam pertemuan.

Indonesia dan Iran membahas peluang memperkuat kolaborasi melalui UNESCO, khususnya terkait Warisan Budaya Takbenda.

Fadli mengapresiasi kontribusi Iran dalam kerja UNESCO.

Indonesia juga mendorong hubungan lebih erat setelah terpilih sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage periode 2026-2030.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi dalam perluasan nominasi multinasional Tradition of Iftar serta menjajaki peluang nominasi multinasional lainnya.

Iran Sambut Baik Pembaruan Kerja Sama

Mohsen Javadi menyambut positif rencana pembaruan kerja sama kebudayaan Indonesia-Iran.

Ia menilai berakhirnya Cultural Exchange Programme 2023-2026 dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan berbagai inisiatif baru.

Javadi menyebut Indonesia dan Iran memiliki banyak kesamaan serta hubungan budaya yang kuat.

Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui film, sastra, musik, pendidikan, dan wisata budaya.

Diplomasi Budaya Buka Ruang Lebih Luas

Penguatan hubungan kebudayaan menjadi salah satu cara Indonesia dan Iran membangun kedekatan di tingkat masyarakat.

Film dan sastra dapat menjadi media pertukaran cerita dan gagasan. Sementara pekan budaya serta program warisan budaya dapat mempertemukan masyarakat secara langsung.

Indonesia dan Iran berkomitmen menindaklanjuti berbagai peluang tersebut agar dapat diwujudkan melalui program kerja sama yang lebih konkret.

Melalui diplomasi budaya, hubungan Indonesia-Iran diharapkan semakin erat sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi sineas, penulis, seniman, akademisi, dan pelaku industri kreatif untuk berkolaborasi.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles