Ruang Fikir
•2 min read•460

Kemandirian Ekonomi Pesisir: Presiden Prabowo Targetkan 100 Kampung Nelayan Beroperasi Akhir 2026

HAMBALANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi kawasan maritim dengan menargetkan sebanyak 100 Kampung Nelayan siap beroperasi secara penuh sebelum akhir tahun 2026. Kebijakan ini dihadirkan guna memperkuat rantai pasok perikanan nasional sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir.

O

OP Admin

Published in Ruang Fikir

Loading...
Kemandirian Ekonomi Pesisir: Presiden Prabowo Targetkan 100 Kampung Nelayan Beroperasi Akhir 2026

Target strategis tersebut dibahas secara khusus saat Presiden Prabowo menerima pimpinan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Menteri Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Menteri Didit Herdiawan Ashaf, di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pengawasan Progres dan Penataan Kawasan

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi secara langsung laporan perkembangan (update) pembangunan 100 Kampung Nelayan yang sedang dikerjakan oleh KKP.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa koordinasi berkala dilakukan guna memastikan pengerjaan proyek berjalan sesuai tenggat waktu, sehingga seluruh fasilitas penunjang yang dibangun dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh komunitas nelayan lokal sebelum tahun berganti.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta update perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan yang tengah dipersiapkan pemerintah," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Fasilitas Integratif dari Hilir hingga Hulu

Program Kampung Nelayan dirancang tidak hanya sekadar membenahi kawasan permukiman warga pesisir, melainkan juga menyediakan infrastruktur operasional perikanan yang terintegrasi secara modern. Langkah ini krusial guna menjaga kualitas komoditas hasil laut serta mempermudah transaksi pemasaran bagi nelayan.

Sarana penunjang utama yang disiapkan di setiap lokasi meliputi:

  • Dermaga Tambat: Memudahkan aksesibilitas serta kelancaran aktivitas bongkar muat kapal nelayan.

  • Pabrik Es: Menyediakan pasokan es batu secara konsisten untuk menjaga kesegaran ikan tangkapan.

  • Fasilitas Cold Storage: Tempat penyimpanan berpendingin guna mencegah pembusukan serta menjaga stabilitas harga jual komoditas.

  • Pasar Ikan: Wadah transaksi langsung yang memperpendek alur distribusi dan pemasaran hasil laut.

Mendorong Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan Pesisir

Pemerintah optimistis keberadaan 100 Kampung Nelayan yang beroperasi penuh pada akhir 2026 akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir. Integrasi sarana penangkapan, pengolahan, dan pemasaran dinilai efektif menekan angka kerugian pascapanen (post-harvest loss) yang sering dialami nelayan skala kecil.

Langkah ini sejalan dengan agenda prioritas nasional untuk memperkuat ekosistem kemaritiman Indonesia serta menopang ketahanan pangan nasional berbasis potensi komoditas kelautan.

Ringkasan Poin Penting Program Kampung Nelayan

  • Target Operasional: Sebanyak 100 Kampung Nelayan ditargetkan beroperasi secara penuh pada akhir 2026.

  • Infrastruktur Terpadu: Dilengkapi dermaga, pabrik es, cold storage, serta pasar ikan.

  • Pengawasan Presiden: Dipantau secara berkala oleh Presiden Prabowo Subianto bersama pimpinan KKP.

  • Misi Utama: Memperkuat rantai pasok perikanan nasional, meminimalisasi kerusakan hasil tangkapan, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles