
Menurut Risyad, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral dan agen perubahan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, setiap gerakan mahasiswa harus berorientasi pada kepentingan rakyat, berbasis data dan kajian, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
“Mahasiswa harus tetap menjadi kelompok intelektual yang mengedepankan pemikiran, kajian, dan solusi. Jangan sampai energi gerakan mahasiswa terseret ke dalam tindakan yang justru menjauhkan perjuangan dari kepentingan masyarakat,” ujar Muhamad Risyad Fahlefi dalam keterangannya.
Kritik Tetap Penting dalam Demokrasi
Risyad menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan publik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Menurutnya, mahasiswa memiliki hak sekaligus tanggung jawab untuk mengawal jalannya pemerintahan melalui berbagai masukan dan koreksi yang konstruktif.
Namun, ia mengingatkan bahwa kritik yang efektif bukan sekadar menyampaikan penolakan, melainkan juga menawarkan alternatif pemikiran yang dapat menjadi solusi bagi masyarakat.
“Gerakan mahasiswa sejak dahulu dikenal karena kekuatan gagasan dan keberpihakannya kepada rakyat. Tradisi itu harus terus dijaga agar kritik yang disampaikan memiliki nilai dan manfaat bagi bangsa,” katanya.
Dalam pandangan GMNI, ruang demokrasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas kebijakan publik melalui diskusi yang sehat dan berbasis argumentasi.
Mahasiswa Diingatkan Waspada terhadap Provokasi
Selain menekankan pentingnya kritik yang konstruktif, Ketua Umum DPP GMNI juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk provokasi yang dapat mengganggu substansi perjuangan.
Menurut Risyad, derasnya arus informasi di era digital membuat berbagai narasi dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi opini publik. Karena itu, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan tanpa memahami konteks yang sebenarnya.
“Mahasiswa harus mampu memilah informasi secara objektif. Jangan mudah terpancing oleh provokasi yang dapat menggeser fokus perjuangan dari kepentingan rakyat menjadi konflik yang tidak produktif,” tegasnya.
Ia menilai bahwa kemampuan menyaring informasi merupakan bagian penting dari tanggung jawab intelektual mahasiswa dalam menjaga kualitas ruang publik.
Kedepankan Dialog dan Cara-Cara Demokratis
DPP GMNI berpandangan bahwa berbagai perbedaan pandangan yang muncul di tengah masyarakat harus disikapi melalui dialog dan mekanisme demokratis.
Menurut Risyad, demokrasi memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Namun ruang tersebut harus digunakan secara bertanggung jawab dan tetap menghormati aturan hukum yang berlaku.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana perbedaan itu dikelola melalui dialog dan argumentasi yang sehat, bukan dengan tindakan yang memperkeruh suasana,” ujarnya.
Ia menilai bahwa komunikasi yang terbuka merupakan salah satu kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan publik secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Mahasiswa Harus Menjadi Penjaga Persatuan Nasional
Dalam keterangannya, Risyad juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Menurutnya, kondisi global yang masih diwarnai ketidakpastian ekonomi, persaingan geopolitik, dan berbagai tantangan pembangunan membutuhkan soliditas nasional yang kuat. Dalam situasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi kelompok yang menjaga semangat kebangsaan dan memperkuat kohesi sosial.
“Mahasiswa harus menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan. Perbedaan pandangan tidak boleh membuat kita kehilangan semangat persatuan sebagai bangsa,” katanya.
GMNI menilai bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kemampuannya menjaga keberagaman dan menyatukan berbagai perbedaan dalam satu tujuan bersama.
Gerakan Mahasiswa Harus Berbasis Solusi
Risyad menekankan bahwa masa depan gerakan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh keberanian menyampaikan kritik, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan solusi yang dapat diterapkan.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan kontribusi pemikiran dari kalangan akademisi dan mahasiswa.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk memperkuat budaya riset, diskusi, dan pengembangan gagasan sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
“Gerakan mahasiswa harus menjadi ruang lahirnya ide-ide besar untuk kemajuan bangsa. Kritik yang disertai solusi akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
GMNI Ajak Mahasiswa Tetap Menjadi Kekuatan Intelektual Bangsa
Menutup pernyataannya, Ketua Umum DPP GMNI mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk tetap menjaga marwah gerakan mahasiswa sebagai gerakan intelektual, moral, dan kebangsaan.
Ia berharap mahasiswa dapat terus berperan aktif dalam mengawal demokrasi, menjaga persatuan nasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.
“Indonesia membutuhkan mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan mampu menghadirkan solusi. Dengan semangat itu, mahasiswa akan tetap menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan bangsa menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Muhamad Risyad Fahlefi.
.png)









