Ruang Fikir
•2 min read•1,403

Menggema di KTT BRICS ke-18: Presiden Prabowo Dorong Sistem Perdagangan Bebas dan Transaksi Mata Uang Lokal

NEW DELHI — Presiden Prabowo Subianto mempertegas kehadiran strategis Indonesia di panggung ekonomi global saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang diselenggarakan pada 12–13 September 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India. Keikutsertaan secara langsung ini menjadi momentum penting bagi Indonesia sebagai anggota penuh untuk menyuarakan kepentingan nasional dan memperluas kemitraan ekonomi internasional.

O

OP Admin

Published in Ruang Fikir

Loading...
Menggema di KTT BRICS ke-18: Presiden Prabowo Dorong Sistem Perdagangan Bebas dan Transaksi Mata Uang Lokal

Mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” di bawah keketuaan India, KTT ini dimanfaatkan Indonesia untuk mendesak pembentukan tata kelola ekonomi dunia yang lebih berimbang dan inklusif.

Desak Reformasi WTO, IMF, dan Bank Dunia

Dalam pertemuan dua sesi utama KTT, Indonesia mendorong penguatan sistem perdagangan internasional yang terbuka, transparan, dan berbasis aturan (rules-based). Kepastian hukum dalam perdagangan internasional dinilai krusial untuk memberikan ruang pertumbuhan yang adil bagi negara-negara berkembang.

Presiden Prabowo secara khusus menyoroti urgensi reformasi pada lembaga-lembaga ekonomi dunia, seperti World Trade Organization (WTO), International Monetary Fund (IMF), dan Bank Dunia. Langkah reformasi ini dianggap mendesak agar arsitektur keuangan global semakin relevan serta mampu mengakomodasi kebutuhan pembangunan berbagai negara secara setara.

Akselerasi Local Currency Settlement (LCS) dan Ketahanan Rantai Pasok

Di bidang keuangan dan industri, Indonesia mendorong percepatan implementasi skema Local Currency Settlement (LCS) atau penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal antarnegara anggota BRICS. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perdagangan lintas negara sekaligus memperkuat stabilitas keuangan di tingkat kawasan.

Selain itu, perhatian besar diberikan pada penguatan ketahanan rantai pasok global. Kestabilan rantai pasok dipandang berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan sektor energi, ketahanan pangan, produktivitas industri, hingga akselerasi teknologi digital di dalam negeri.

Pendampingan Delegasi Kabinet Merah Putih

Langkah diplomasi Presiden Prabowo di New Delhi didukung oleh delegasi lintas kementerian Kabinet Merah Putih. Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Keterlibatan jajaran menteri ini menandai pendekatan komprehensif pemerintah Indonesia untuk menggaet investasi strategis, memperluas akses pasar ekspor, serta mengokohkan posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles